Jumat, 10 Juli 2015

Pengalaman membuat SIM

  Selasa 7/7/2015 ,kala itu saya pergi ke polres bantul sekitar pukul 9-30 wib.
sampai di sana sekitar pukul 10-00 wib,
saya bertanya kepada Pak polisi yang jaga di balik gerbang masuk..
  "Maaf Pak,saya mau bertanya??" Tanya saya kepada Polisi itu"
"Ya mas" sambut Pak polisi.
"Pak ,saya mau membuat SIM,apa syarat-syaratnya dan dimana tempatnya Pak"?? lanjut tanya saya.
"mas nya sudah tes kesehatan belum??" jawab Pak Polisi bertanya.
"Belum Pak".?jawab saya.
"Mas harus foto copy ktp 2lmbr kemudian tes kesehatan dulu,nanti dapet surat keterangan dari dokter,sudah prosedurnya begitu mas sekarang,kalo ga'ya ga'bisa".kata Pak Polisi itu memberi tahu saya.
"Ya sudah Pak trimakasih" Pamit saya meninggalkan Pak polisi itu.

lanjut saya foto copy KTP sambil bertanya."Pak Puskesmas terdekat sini dimana ya,mau bikin SIM pak di suruh tes kesehatan dulu kata pak polisinya" tanya saya menjelaskan.
"Sebelah utara TK mas,lewat sini aja nanti belok kanan terus belok kanan lagi ada TK nah di kanan jln ada Tulisan Tes kesehatan"
jawab bpk itu memberi petunjuk .

      Di tempat itu saya langsung masuk..
"Permisi Pak"? kata saya mau bertanya.
"Ambil antrian dulu mas di luar" jawab sipetugas itu.
"Oh ya pak" sambut saya agak malu.
ga' lama kemudian di panggillah no.antrian saya.kemudian saya masuk dan di tanya oleh petugas itu."mau bikin SIM apa mas"?tanya si bpk itu.
"Emm...mau bikin SIM A dan C pak."jawab saya.
"Perpanjang apa baru mas"? Tanya bpk kembali.
"Baru pak." Jawab saya.
Setelah selesai tes dan sudah dapet surat keterangan dari dokter,

     "50rb mas" kata si bpk selesai membuat keterangan dari dokter.
kemudian saya bayar dan bertanya kepada petugas tes kesehatan tersebut.
" Pak lanjut ini di bawa kemana Pak"?? Tanya saya.
"Ke loket BRI untuk atminitrasinya mas".jawab si bpk itu.
 "Oh ya,makasih pak" pamit saya keluar ruangan aga' kebingungan.

"Kok ke BRI atmitrasinya"??berkata dalam hati saya sambil kembali ke Kantor Polres.

  "Ma'af pak ,mau bikin SIM pak, loket BRInya mana ya Pak"?? Tanya saya sesampainya di Polres kepada pak polisi penjaga gerbang yang berbeda dari sebelumnya.
 "Ohh...kesana aja mas nanti belok kiri,itu yang ada motor parkir,masuk aja disitu loketnya" jawab pak polisi menunjuk.
  Menuruti kata pak polisi itu kemudian saya masuk loket BRI tersebut.
 Ketika masuk ada orang yang sedang atmitrasi.

       Giliran saya mau atminitrasi
"ma'af mas sudah tutup,kuotanya habis,besok aja mas datang lebih pagi".kata si petugas loket BRI.
"Tutup mbak."jawab saya kaget.

          "Dini hari udah tutup"??bertanya dalam hati sendiri.
kira-kira saat itu masih pukul 11.00 wib

   Pulanglah saya dengan sedikit kesal dan kecewa..

       Esok harinya Rabu 8/7/2015.
saya kembali ke Polres Bantul lebih pagi ,pukul 07-30 sepulang dari pasar saya ambil kontak motor langsung tancap gass..
sampai di Polres pukul 08.00 wib .
 Masuk saya ke loket BRI ternyata sudah banyak yang mengantri di depan loket.
meskipun di dalam loket BRI kosong.

         "SIM apa mas" tanya si mbak yang kemaren.
"SIM A dan C mbak" jawab saya.
 "220ribu mas" kata si mbak menyatakan uang atminitrasinya.
Kemudian saya bayar dan mendapat formulir pendaftaran. Lanjut saya bertanya.
"Di serahkan kemana nanti formulirnya mbak."?? Tanya saya mendapat formulir.
"Di isi dulu mas,lalu ke loket 1" jawab mbak nya.

    Kira-kira  10menit saya mengisi formulir itu langsunglah saya menuju loket 1.
Dapatlah no.antri 60.
Selesai menyerahkan formulir,lanjut mengantri lagi di tempat pemotoan.
 Aga' lama mengantri akhirnya sampai juga waktunya berfoto .selesai berfoto lanjut saya di suruh ke tempat uji teori.
di tempat uji teori,habis mengisi daftar sidik jari kemudian langsung uji teori..

         Uji teori ada 30 pertanya'an yang setiap soal di batasi waktu 15 detik untuk menjawab benar atau salah dengan menyentuh komputer layar sentuh..

        Mulailah soal pertama yang tampil dengan aminasi dan terdengar suara petanyaan di micropon yang terpakai.

Selesai menjawab soal demi soal sampai selesai 30 soal meski perasaan yang masih bingung. lalu saya tekan selesai di layar kaca dan ternyata tidak lulus..hufff
 
       Lanjut saya teori ke SIM A.,berdasarkan pengalaman dari teori SIM C yang aminasi dengan suara soal yang di bacakannya dengan waktu yang di berikannya lebih cepat waktunya,yang membuat Teori di SIM C tidak lulus.
saya berinisiatif untuk menjawab cuma dengan melihat aminasinya meskipun soal yang di bacakannya belum selesai.

        Selesainya 30 soal di uji teori SIM A.
eh.!ternyata cara itu malah meluluskan saya di uji teori SIM A..
   Lanjut saya di panggil si petugas teori.
"SIM C nya mengulang ya besok"kata pak polisi memberi pengarahan.
"Alah pak.,sekalian aja ngapa pak,besok udah mau mudik" .jawab saya dengan sedikit alasan.
 "Sekalian gimana".kata pak polisi sambil memberikan hasil uji teori seraya berkata."besok jm 08.00 ke loket 1".
 "Makasih pak" sambut saya meninggalkan ruang teori.
     

    Pulanglah saya ke kerumah yang masih terheran dan sesikit tertawa sendiri.." aneh.! SIM C tidak lulus,SIM A nya malah lulus" berkata dalam hati dengan sedikit senyum di bibir.
 

   Esok pagi nya pada hari kamis 9/7/2015
Saya kembali ke polres lagi.
Sesampainya di polres tersebut saya langsung menuju loket 1.
 
    Di loket 1 dan menyerahkan no.antrian kemaren yang bertuliskan  foto terus uji teori terus uji praktek 1 terus uji praktek 2 terus ambil SIM.
seingat saya begitu kurang lebihnya.
 
   Di loket 1 saya bertanya" ini yang lulus mana yang ga' lulus mana pak"?? Tanya saya menunjukan no.antrian.
"Ini yang mengulang,dan ini yang lulus".jwb petugas loket 1.
kemudian saya di berikan berkas SIM A seraya menyuruh uji teori ulang SIM C.
"Kebelakang mas uji teori ulang dulu SIM C nya.,nanti kalo sudah langsung ke lapangan uji praktek ya,nanti berkas SIM C nya,di bawain petugas."kata pak polisi yang ikut bertugas di loket 1.
   "Lapangannya mana pak"tanya saya sebelum ditinggal pak polisi itu.
"Depan kantor mas sebrang jalan"jawabnya.

   Uji ulang teori lulus.lanjut saya kelapangan yang antrinya tidak kalah ramainya.
 Lama mengantri daftar dan mengantri uji praktek akhirnya di mulailah uji praktek..
semua di suruh kumpul dan memperhatikan polisi yang memberikan keterangan dan mempraktekkan uji ptaktek SIM C.
sampai waktunya uji praktek,saya lulus uji praktek SIM C.
  Langsung saya menuju Praktek SIM A.
di sana saya di marahi pak polisi yang bertugas di praktek SIM A.
"Ngapain kamu"?? Tanya pak polisi sedikit menggretak.
"Praktek SIM A pak".??jawab saya sedikit memberi senyum kepada pak polisi.
"Bajiguuuurrr...!!! Dari tadi kemana kamu di panggil nyampek triak-triak aku, ga nongol-nongol juga,dimana kamu tadi".?? .tanya pak polisi itu yang kelihatan kesal pada saya.
"Mengikuti praktek SIM C Pak".jawab saya tetap tersenyum.

  Diajaklah saya masuk mobil praktek.
setelah masuk mobil, saya seperti di beri penjelasan privat oleh pak polisi itu karna tinggal saya satu2nya peserta uji Praktek SIM A.

     Satu persatu di terangkan dan terakhir saya di tanya.
"Sebelumnya mengendarai mobil jenis apa".??tanya pak polisi kepada saya.
"Pick up pak" jawab saya.
"Sudah berapa lama,mengendarai mobil" tanya kembali pak polisi.
"3bulanan pak"jawab saya kembali.
"Berarti sudah biasa mengendarai ya"
kata pak polisi memastikan.
"Ya pak".jawab saya memastikan pula.

        Uji praktek SIM A sudah di lakukan.
Diajaklah ke loket 2 seraya berkata"ke loket 2,di tunggu bentar nanti jadi SIMnya"kata pak polisi itu.

  Menunggu lama di loket 2 belum jua mulai panggilan.
karna hari sudah sore kira-kira pukul 14.30
Saya lalu pamit ke petugas Loket 2.
"Pak atas nama khoirudin di ambil besok pagi ya pak,saya pamit pulang"pamit saya pada petugas loket 2
"Oh ya."jawabnya.
 
     Hari jumat 10/7/3015 pagi.saya kembali ke polres .
berniat mengambil SIMnya ..eh tenyata sesampainya di polres ke loket 2 ..
"Pak,ambil SIM yang kemaren,atas nama khoerudin"??kata saya menanyakan.
"Belum jadi mas,besok". Jawab petugas itu sambil menggelengkan kepala.
"Besok pak.?,kira-kira jam berapa ya pak".??tanya saya agak kecewa.
"Sekutar pukul 10 an mas".jawabnya.
"Makasih pak." Pamit saya yang kecewa.


      Hufff......!!! cukup sedikit mengelus kepala betapa sulit mengurus SIM sendiri.
sangat berbeda dengan pengalaman 5th yg lalu ketika membuat SIM dengan cara nembak.
yang hanya cuma datang ke calo kemudian pergi ke polres terus foto nunggu setengah jam jadi SIM nya.
Ya meskipun agak sulit,namun punya pengalaman.dan biaya nya pun jauh lebih murah 110rb banding 450rb jika nembak.

Begitulah sob yang saya bagikan menurut pengalaman saya.semoga sedikit membantu anda yang mau membuat SIM dan belum berpengalaman.

Jika mau bertanya seputar membuat SIM juga boleh menulis di ruang comment di bawah ini.
    Salam sukses selalu.......













3 komentar:

  1. Wis teko nembak wae. Asline gawe sim ki murah tapi gur diangel-angel karo polisini alias sama juga bohong.

    BalasHapus
  2. Neng saiki raiso har..kudu melalui prosedur juga.
    Kalo nembak juga harus teori dn praktek walau untuk formalitas..kecuali punya orang dalam.
    tdnya jg mo yg instan,tapi gak bisa harus teori dn praktek..ternyata malah lulus.
    ya ga jdi .
    sekarang kalo nembak itu kalo ujiannya gak lulus baru nembak...yg pasti harus teori dn praktek dulu sekarang mah.!

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus